| by admin | No comments

Elemen Masyarakat Berencana Gugat SOCI

Jakarta: Beberapa elemen masyarakat Pare-Pare berencana melakukan gugatan hukum terhadap PT Soechi Lines Tbk (SOCI). Langkah itu diambil karena armadanya Golden Pear XIV mengalami kebocoran Bahan Bakar Minyak (BBM) sehingga mencemari perairan Cempae, Pare-Pare, Sulawesi Selatan.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Pare-Pare Fadly Agus Mante mengatakan kelalaian tersebut diduga melanggar UU 32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup. “Tuntutan hukumnya, sesuai UU 32  ada kurungan badan bagi direksi dan ganti rugi Rp3 miliar sampai Rp13 miliar,” kata Agus, seperti dikutip dari keterangannya, Rabu, 16 Januari 2019.

Ia meragukan jika solar yang tumpah ke pantai berasal dari pendingin LO Cooler A/E kapal tanker. “Jika benar dari Lo Cooler akan sangat fatal. Mesti kalau kerusakan kapal tanker enggak serta merta berlayar. Bisa ada ledakan kalau tidak ada perbaikan. Jadi pertanyaannya adalah apakah benar dari tanki Lo Cooler?” tuturnya.

Saat ini, Kementerian Lingkungan Hidup dalam proses penyelidikan terhadap solar yang tumpah di pantai Wattang Soreang, Pare Pare, Sulawesi Selatan. Pengambilan sampel telah dilaksanakan. Fadly turut terjun ke lapangan pada saat pengambilan sampel tersebut.

Ia menyayangkan adanya pembiaran Kapal Tanker milik Soechi Lines keluar dengan leluasa untuk meninggalkan dermaga Jetty Pertamina. Apalagi kebocoran BBM jenis solar tumpah, di pantai dalam jumlah sangat besar sampai penduduk sekitarnya dapat memgumpulkan ribuan liter solar hanya dari pantai.

Dirinya ragu terhadap data Pertamina jika solar yang tumpah itu 0,8 kiloliter. Berdasarkan hitung-hitungan, sebanyak 0,8 kiloliter jika dipecah menjadi 800 liter. Jika dimasukkan ke drum besar hanya muat untuk empat drum. Padahal seperti telah dilaporkan, satu penduduk saja telah dapat mengumpulkan 10 drum solar dalam tempo singkat tiga jam.

Bayangkan, lanjutnya, jumlah solar yang tertumpah sebenarnya berapa banyak dengan fakta masyarakat berbondong-bondong ke Pantai menimba solar yang tumpah selama berhari-hari. Tentunya jumlah solar yang tumpah sebenarnya beribu-ribu liter.

“Ini lucu, investigasi dan fakta lapangan masyarakat berbondong-bondong mengambil solar berderigen-derigen. Jadi enggak berbanding lurus 800 liter, karena banyak dirigen berisi solar yang diambil di masyarakat. Tidak mungkin 0,8 kiloliter jika mengacu pada banyaknya dirigen solar yang dibawa masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII bekerja sama dengan Kepolisian dan Angkatan Laut, sigap menanggulangi rembesan solar yang terjadi di Terminal BBM (TBBM) Pare Pare. Saat ini tim tengah memasang oil boom yang berfungsi untuk mengurung rembesan solar sehingga tidak meluas.

Kemudian tim mengaplikasikan oil dispersant ramah lingkungan yang berfungsi menguraikan Solar sehingga mudah dicerna oleh mikroba laut. Unit Manager Communication & CSR M Roby Hervindo menjelaskan bahwa respons awal penanggulangan rembesan dilakukan oleh tim tanggap darurat Pertamina.

“Saat ini sudah disemprotkan sebanyak 200 liter oil dispersant ramah lingkungan untuk menguraikan solar di perairan sekitar TBBM Pare Pare,” ujar Roby.

Dari pemeriksaan awal diketahui rembesan solar berasal dari kapal tanker MT Golden Pearl XIV yang sedang sandar di jetty TBBM Pare Pare. Diidentifikasi terjadi kerusakan pada pendingin LO Cooler A/E kapal tanker. Solar tersebut adalah bahan bakar kapal, bukan dari muatan tanker.

Kejadian diketahui sekitar pukul 06.00 WITA oleh petugas TBBM Pare Pare dan langsung dilakukan penanganan. Sumber kerusakan di kapal tanker yang mengakibatkan rembesan solar sudah ditanggulangi. Jumlah solar yang merembes ke perairan sekitar TBBM Pare Pare saat ini masih dalam proses perhitungan.

Adapun kejadian ini tidak mengganggu operasional di TBBM Pare-Pare. Penyaluran BBM ke masyarakat tetap berjalan lancar. Pertamina mengimbau kepada warga sekitar TBBM Pare Pare agar tidak mengumpulkan solar yang terdapat di perairan. Karena solar mudah terbakar sehingga aktivitas pengumpulan solar berisiko terhadap keselamatan.

(ABD)