| by admin | No comments

Investasi Energi Terbarukan Meleset dari Target

EBT. MI/IMMANUEL ANTONIUS.

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi investasi untuk sektor energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE) masih jauh di bawah target.

Direktur Jenderal EBTKE Rida Mulyana mengatakan hingga akhir Desember capaian investasi di sektor EBTKE sebesar USD1,6 miliar atau jauh dari target pemerintah sebesar USD2,01 miliar.

“Realisasi sampai akhir Desember 79,6 persen dari target,” kata Rida di kantornya, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Januari 2019.

Apabila dirinci, kata Rida, investasi untuk panas bumi mencapai 105 persen, kemudian untuk bioenergi 110 persen. Sementara untuk sektor aneka tambang diakui dirinya belum maksimal dan diharapkan akan bisa diperbaiki pada tahun berikutnya.

Adapun untuk target investasi di EBTKE untuk 2019 yakni sekitar USD1,8 miliar. Angka tersebut terdiri dari panas bumi sebesar USD1,23 miliar, bioenergi USD0,051 miliar, aneka tambang dan energi terbarukan USD0,511 miliar serta konservasi energi USD0,007 miliar.

Dia menjelaskan meskipun target investasi tahun ini lebih kecil dibandingkan target 2018 angkanya lebih besar jika dibandingkan dengan capaian tahun lalu. Rida menyebut target investasi tahun lalu terlalu ambisius.

“Masalah investasi 2019 kenapa turun? Yang USD2,01 miliar di 2018 itu yang tentuin pak wamen memang agak ambisius, tapi untung bisa capai USD1,6 miliar. Investasi energi butuh perencanaan membutuhkan waktu 2-3 tahun. Jadi untuk 2019 lebih banyak dari RUPTL yang ada, setiap kegiatan yang dihitung dengan cost,” jelas dia.

(SAW)