| by admin | No comments

Strategi Pertamina Jaga Lapangan Migas Tua Tetap Sehat

Jakarta: PT Pertamina (Persero) ingin mengubah cara pandang mengenai lapangan minyak dan gas (migas) yang telah berusia tua kerap dijadikan alasan di balik turunnya produksi migas Tanah Air pada beberapa tahun terakhir. Pertamina tidak menginginkan lapangan tua tersebut dijadikan tameng dari turunnya produksi migas. 

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu mengatakan salah satu cara yang dilakukan yakni dengan membuat lapangan yang tua tersebut tetap sehat agar mampu berproduksi lebih baik. Hal itu penting guna mewujudkan ketahanan energi di Indonesia.

“Maka cara pandang kita bagaimana membuat lapangan ini awet dan tetap sehat dengan teknologi yang tepat,” kata Dharmawan, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta Pusat, Kamis, 17 Januari 2019.

Dharmawan menjelaskan lapangan yang sudah tua usianya harus tetap dijaga terutama untuk fasilitas pipa bawah laut dan juga anjungan migas. Dia menegaskan fasilitas itu perlu dijaga sedemikian rupa terutama guna meminimalkan kehilangan produksi yang diakibatkan karena adanya gangguan fasilitas.

“Jadi supaya tidak ada produksi yang enggak bisa mengalir dikarenakan adanya gangguan dalam sistem jaringan fasilitas produksi tersebut,” tutur dia.

Selain itu, lanjut Dharmawan, perawatan pada fasilitas lapangan produksi menggunakan inovasi teknologi juga diperlukan agar penurunan produksi bisa ditahan. Dia bilang baru-baru ini perseroan telah melakukan injeksi surfaktan di Lapangan Tanjung yang dikelola Pertamina EP. 

Jika injeksi tersebut berhasil maka produksi lapangan tersebut akan naik. “Contoh lainnya dengan adanya maintenance yaitu pada saat Lapangan Sukowati diserahkan produksinya 6.000 barel per hari, lalu sempat alami PIK-nya 10 ribu barel per hari dan sekarang 9.500 barel per hari,” pungkas dia.

(ABD)