Kebakaran rumah susun di Swiss tewaskan enam, termasuk anak-anak

Zurich (ANTARA News) – Enam orang tewas dalam kebakaran rumah susun di Swiss pada Senin dini hari, kata polisi, sementara sejumlah orang lain, yang terperangkap dalam kobaran api itu, dibawa ke rumah sakit.

Anak-anak termasuk di antara yang tewas, kata pernyataan kepolisian di kota barat laut, Solothurn, tanpa merinci.

Petugas pemadam kebakaran sedang menyelidiki penyebab kebakaran.

Seorang penghuni rumah susun itu melihat asap di tangga dan memberi tahu pihak berwenang sekitar pukul 01.10 GMT (08.10 WIB), kata polisi. Terdapat sekitar 20 orang di dalam gedung pada saat itu, kata mereka.

Api diduga bermula di bagian bawah bangunan itu, memunculkan asap, yang kemudian mengepul dari jendela. Puluhan petugas pemadam kebakaran dan penyelamat berdatangan untuk menangani kebakaran tersebut.

Gedung tetangga juga dikosongkan sebagai pencegahan, kata pihak berwenang, meskipun penghuninya kemudian dapat kembali ke rumah susun mereka.

Sumber: Reuters
Editor: Boyke Soekapdjo

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kepolisian Malta ketahui tersangka otak pembunuh wartawati

Valetta (ANTARA News) – Penyelidik mengetahui kelompok sedikit-dikitnya tiga warga Malta, yang mereka yakini mendalangi pembunuhan wartawati antikorupsi Daphne Caruana Galizia 13 bulan lalu, kata “The Sunday Times of Malta” pada Minggu.

Koran itu tidak mengungkapkan nama mereka, tapi mengutip keterangan petugas tingkat tinggi, yang memimpin penyelidikan pembunuhan tersebut, yang mengatakan bahwa penyelidikan mereka berada pada “tahap sangat maju”.

Tidak ada tanggapan resmi dari kepolisian tentang laporan itu, namun sumber di kepolisian mengatakan cerita tersebut tidak benar.

“Tidak seperti yang dilaporkan. Kami belum tahu siapa di belakangnya,” kata sumber itu, yang mendapatkan penjelasan untuk kalangan pejabat tingkat tinggi tentang penyelidikan tersebut, kepada Reuters.

Secara terpisah, adik Caruana Galizia, Corinne Vella, mengatakan kepada Reuters bahwa keluarga belum secara resmi diberi tahu polisi bahwa tersangka otak pembunuhan sudah diketahui.

Sumber yang dikutip “The Sunday Times of Malta” tidak memberi tanda berapa lama lagi penyelidikan dilakukan atau apakah sudah ada penangkapan baru dalam perkara tersebut.

Caruana Galizia, yang menulis “blog” antikorupsi, dibunuh dengan bom mobil di dekat ibu kota Malta, Valletta, pada Oktober 2017. Kejadian itu mengejutkan Eropa dan membangkitkan pertanyaan tentang hukum di pulau Laut Tengah tersebut.

Tiga tersangka pelaksana pembunuhan sudah ditahan hampir satu tahun. Mereka menyatakan tidak bersalah.

Pengadilan yang mengumpulkan bukti awal terhadap tiga sekawan itu mendengar bukti bahwa mereka diduga menanam bom di mobil Caruana Galizia dan meledakkannya melalui pesan SMS.

Alasan di balik pembunuhan itu belum diketahui, dengan “Sunday Times” menyatakan penyelidik percaya bahwa dalangnya memiliki alasan berbeda dan bersama-sama mengontrak ketiga pria tersangka tersebut.

Sumber surat kabar itu tidak memberikan tanda apa pun apakah dalang berasal dari kalangan penjahat, bidang usaha atau politik.

Penyelidik yang dikutip menyatakan terus berhubungan dengan badan penegak hukum Uni Eropa Europol atas perkara itu dan dalam beberapa pekan belakangan. Hubungan tersebut digencarkan secara berarti ketika polisi semakin dekat untuk memecahkan perkara itu.

“Kami memiliki sejumlah besar keterangan, yang memerlukan ulasan, dan mitra seperti Europol memiliki pengalaman dan keahlian untuk membantu masalah itu,” kata sumber kepada koran tersebut.

Baca juga: Wartawati Malta tewas dibom pemicu jarak jauh

Sumber: Reuters
Editor: Boyke Soekapdjo

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Mantan penjahat Denmark tewas ditembak setelah peluncuran bukunya

Kopenhagen (ANTARA News) – Seorang bekas pemimpin kelompok kejahatan Denmark tewas akibat luka-luka terkena tembakan pada Selasa (20/11) sementara buku riwayat hidupnya yang meninggalkan dunia kriminal sudah dipublikasikan.

Nedim Yasar, 31 tahun, ditembak sehari sebelumnya setelah acara peluncuran bukunya. Ia dikenal dalam wawancara radio setelah meninggalkan Los Guerroeros, kelompok Kopenhagen yang terlibat dalam perdagangan obat bius. Bukunya “Roots”, tentang penarikan dirinya dari kejahatan dipublikasikan pada Selasa.

Sedikitnya dua peluru ditembakkan ke arah Yasar ketika ia meninggalkan tempat peluncuran buku pada Senin. Seorang pria yang belum diketahui identitasnya melepaskan tembakan dan melarikan diri dari tempat kejadian perkara.

Menteri Kehakiman Denmark Soren Pape Poulsen memberikan penghormatan kepada Yasar, yang dilahirkan di Turki dan datang ke Denmark pada usia 4 tahun, demikian surat kabar Politiken.

“Betapa sedih dan sungguh mengenaskan. Saya bertemu Nedim sekali. Saya bertemu seorang pria yang dengan sepenuh hati ingin berkreasi dan hidup baru dan berbeda dari yang lain. Saya menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga dan teman-temannya,” cuit Poulsen.

Menurut kantor berita Ritszau, Yasar memutuskan meninggalkan kelompoknya dan ikut program kembali ke kehidupan normal setelah ia akan menjadi seorang ayah. Ia sering bicara tentang pengalamannya di acara bincang-bincang di radio.

Polisi mengatakan Yasar mengatakan kepada mereka tahun 2017 ia telah menjadi korban usaha serangan, setelah ia keluar dari kelompok itu.

Denmark memiliki rekor jumlah penembakan terkait kelompok kejahatan tahun lalu, kata polisi. Sejumlah politisi mengaitkan peningkatan dalam kekerasan dengan masalah integrasi imigran non-Barat.
 
Baca juga: Jerman dakwa pria Suriah perencana aksi bom di Kopenhagen

Sumber: Reuters
Editor: Mohamad Anthoni/Fardah Assegaf

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Mantan PM Makedonia minta suaka di Hongaria

Budapest (ANTARA News) – Mantan perdana menteri Macedonia, Nikola Gruevski, mencari suaka di kantor perwakilan Hongaria di luar Macedonia dan menyampaikan permohonan resminya untuk mendapatkan status sebagai pengungsi, kata Pemerintah Hongaria, Kamis.

Gruevski mengundurkan diri pada 2016 setelah menjalankan kekuasaan selama 10 tahun.

Ia pergi meninggalkan tanah airnya di Balkan enam bulan setelah dijatuhi hukuman penjara dua tahun atas dakwaan terkait korupsi.

Kepolisian Macedonia telah mengeluarkan surat penahanan atas Gruevski setelah ia tidak menampakkan batang hidungnya untuk mulai
menjalani hukuman.

Sebelumnya, pengadilan pada 9 November mengeluarkan putusan menolak permintaannya soal penangguhan hukuman.

Permohonan status pengungsi yang diajukan Gruevski kemungkinan akan menyulitkan posisi Perdana Menteri Viktor Orban.

Orban adalah pendukung Gruevski, yang berhaluan nasionalis, pada pemilihan Macedonia tahun 2017. Orban juga memuji upaya yang dijalankan partai Gruevski dalam menghentikan aliran pendatang melalui Balkan menuju Eropa Barat.

Seorang pejabat Hongria menolak menyebutkan di negara mana Gruevski pertama kali mencari suaka Hongaria atau bagaimana ia kemudian bisa masuk ke Kantor Imigrasi dan Suaka di Budapest, tempat ia menyerahkan berbagai dokumen dan diwawancara.

“Sepengetahuan saya, ia membuat pernyataan menyangkut keselamatan dirinya … itu menjadi alasan bahwa wawancara terhadapnya harus dilaksanakan bukan di wilayah transit melainkan di Budapest,” kata Gergely Gulyas, kepala kabinet Viktor Orban.

Ketika berbicara kepada para wartawan, Gulyas tidak mengatakan apakah Pemerintah Hongaria ikut membantu Gruevski untuk tiba di Budapest atau apakah ia datang di Budapest lewat jalan darat atau udara.

Gulyas mengatakan Hongaria tidak terlibat dalam keberangkatan Gruevski dari Macedonia.

Namun kepolisian di Albania, negara yang berbatasan dengan Macedonia, mengatakan pada Kamis malam bahwa Gruevski menyeberangi wilayah Albania ke Montenegro di utara pada Minggu petang sebagai penumpang di dalam sebuah mobil Kedutaan Besar Hongaria.

Belum ada kejelasan soal apakah Gruevski kemudian pindah di Serbia untuk meneruskan perjalanan ke utara untuk mencapai Hongaria.

Kepolisian Albania mengatakan Interpol memberi tahu pihaknya soal perintah penangkapan atas Gruevski pada Selasa, ketika mantan perdana menteri itu menulis di Facebook bahwa ia berada di Budapest dan sedang mencari suaka.

Gulyas mengatakan Budapest belum menerima permintaan resmi dari Macedonia untuk mengekstradisi Gruevski.

Ia menambahkan bahwa Hongaria akan mengambil langkah sesuai dengan hukum jika permintaan itu muncul. Kedua negara telah memiliki perjanjian ekstradisi.

Gulyas mengungkapkan bahwa Gruevski belum bertemu dengan Orban pekan ini.

Pada Rabu, juru bicara Partai Fidesz mengatakan Gruevski adalah politisi yang sedang dikejar-kejar pemerintahan haluan kiri Macedonia. Gulyas menolak berkomentar soal itu.

Baca juga: AS peringatkan Rusia tidak campuri referendum di Makedonia
Baca juga: Warga Makedonia protes nama negaranya diubah

Sumber: Reuters
Editor: Tia Mutiasari/Chaidar Abdullah
 

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Trump serang Macron sepulang dari Paris

Washington/Paris (ANTARA News)  – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerang rekan sejawatnya dari Prancis, Presiden Emmanuel Macron, pada Selasa (13/11) dalam serangkaian cuitan yang menggarisbawahi hubungan antara dua pemimpin, yang sebelumnya bersahabat berubah menjadi renggang, hanya dua hari setelah kembali dari Paris.

Dalam lima cuitan pada hari sama saat para pejabat Prancis memperingati serangan-serangan teroris tahun 2015, Trump menyinggung sekutu kunci AS itu atas kekalahan yang hampir dialaminya dari Jerman dalam dua perang dunia, industri anggurnya dan tingkat penerimaan Macron.

Trump kembali ke Washington dari lawatan akhir pekan di Paris untuk merayakan peringatan ke-100 Perang Dunia Satu. Di kota tersebut, hubungan yang renggang antara presiden AS dan para sekutunya dari Eropa terlihat jelas.

Pada Selasa, Trump menolak peringatan-peringatan Macron soal ancaman nasionalisme, yang disampaikan dalam upacara mengharukan di Paris pada Ahad. Sejumlah pemimin dunia menghadiri upacara tersebut.

Trump, yang mendengarkan pidato dari jarak beberapa meter, telah melukiskan dirinya sebagai nasionalis dan telah menjanjikan kebijakan “Dahulukan Amerika”.

Trump, pengembang properti serta mantan bintang acara realitas di televisi, mengatakan Macron memiliki “tingkat penerimaan yang rendah.” Ia juga menuduh Prancis melakukan praktek-praktek dagang tak adil atas anggur serta menyerang liputan berita lawatannya.

Presiden AS menunjuk komentar-komentar yang dilontarkan Macron baru-baru ini mengenai perlunya Eropa melindungi dirinya sendiri, dengan mencuit “Adalah Jerman dalam Perang Satu dan Dua – Bagaimana Prancis menangani itu? Mereka mulai belajar Bahasa Jerman di Paris sebelum AS datang. Bayar untuk NATO atau tidak!?”

“Omong-omong tak ada negara yang lebih nasionalis daripada Prancis, orang-orang yang sangat bangga – dan memang seharusnya begitu!” tulis Trump di cuitan lain, mengakhirinya dengan “BIKIN PRANCIS HEBAT LAGI!”

Ia membela diri atas ketakhadirannya yang banyak dikecam di acara peringatan pada Sabtu, dengan mengatakan Dinas Rahasia AS telah melarang pergi ke tempat acara karena masalah logistik. Gedung Putih sebelumnya mengatakan pihaknya membatalkan kehadiran Trump dengan menyebut alasan cuaca buruk sehingga penerbangan yang direncanakan dengan helikopter dibatalkan.

Direktur Komunikasi Strategis Gedung Putih Mercedes Schlapp, sementara itu, mengatakan lawatan Trump ke Paris berlangsung positif.

“Jelas lawatannya sukses,” ujar Schlapp kepada Fox News pada Selasa, dengan menyatakan Trump dan Macron “mengadakan pertemuan produktif” mengenai perdagangan dan NATO.

“Dia telah mengirim pesan kuat kepada sekutu kita di Eropa. Dan kami melihat beberapa perubahan dan sebagian positif datang dari para sekutu kita untuk membayar lebih kepada NATO. Kita perlu bantuan mereka,” katanya.

Baca juga: Perempuan pengunjuk rasa bertelanjang dada potong iringan Trump di Paris
Baca juga: Pemimpin dunia upacara di Paris, tandai Perang Dunia Satu berakhir

 
Sumber: Reuters
Editor: Mohamad Anthoni

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pemimpin dunia upacara di Paris, tandai Perang Dunia Satu berakhir

Paris (ANTARA News) – Sekitar 70 pemimpin dunia berkumpul dalam hujan di Arc de Triomphe di Paris pada Minggu untuk upacara khidmat menandai ulang tahun ke-100 Perang Dunia Pertama berakhir.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, Kanselir Jerman Angela Merkel dan puluhan raja, presiden serta perdana menteri dari Eropa, Afrika, Timur Tengah dan sekitarnya bergabung dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk menandai saat senjata tidak meletus di seluruh Eropa satu abad lalu, demikian Reuters melaporkan.

Peringatan itu adalah pusat dari penghargaan dunia untuk menghormati 10 juta tentara, yang terbunuh selama perang pada 1914-1918, dan saat Gencatan Senjata, yang ditandatangani di Prancis timur laut dan mulai berlaku pada pukul 11.00 pada 11 November 1918.

Ketika iringan Trump berada di Champs Elysees saat ke Arc de Triomphe, seorang perempuan pengunjuk rasa bertelanjang dada dari kelompok feminis radikal Fenmen berlari ke arah iringan itu, masuk beberapa meter sebelum ditangkap polisi.

Foto kejadian itu muncul untuk menunjukkan bahwa ia menuliskan “juru damai palsu” di seluruh tubuhnya.

Dalam langit-langit kaca di kaki lengkungan kemenangan, yang dibangun Kaisar Napoleon pada 1806, para pemimpin itu berdiri khidmat untuk upacara. Yang terakhir tiba adalah Putin, yang berjabat tangan dengan Macron, Merkel dan kemudian Trump, dengan mengacungkan jempol kepada pemimpin Amerika Serikat itu.

Macron berdiri untuk menghormat saat band tentara memainkan “Marseillaise”, lagu kebangsaan Prancis, sebelum berjalan menembus hujan untuk memeriksa pasukan. Ia kemudian mengambil tempat di bawah Arc sementara pemain selo Yo-Yo Ma melantunkan simfoni Bach.

Baca juga: Presiden Macron pimpin perayaan hari Bastille dengan parade militer

Baca juga: Mayoritas warga Prancis “tidak senang” dengan pemerintahan Macron

Dalam tampilan langka perasaan pemimpin dua kekuatan dunia, Macron dan Merkel berpegangan tangan pada Sabtu selama upacara sendu di hutan Compiegne, utara Paris, tempat perutusan Prancis dan Jerman menandatangani Gencatan Senjata, yang mengakhiri perang itu.

Kemelut tersebut adalah salah satu yang paling berdarah dalam sejarah, yang mengubah politik dan demografi Eropa. Tapi, perdamaian berumur pendek dan dua dasawarsa kemudian, Nazi Jerman menyerbu tetangganya.

Pada Minggu sore, Macron dijadwalkan menjadi tuan rumah peresmian Ajang Perdamaian Paris, yang berusaha meningkatkan pendekatan segi banyak atas keamanan dan pemerintahan dan akhirnya menghindari kesalahan, yang mengakibatkan Perang Dunia Pertama pecah.

Merkel dalam pernyataannya mengatakan ajang itu menunjukkan bahwa “pada hari ini ada kemauan, dan saya mengatakan ini atas nama Jerman dengan penuh keyakinan, untuk melakukan segalanya guna membawa tata lebih damai bagi dunia, meskipun kita tahu bahwa masih banyak pekerjaan, yang harus dilakukan”.

Trump, yang mendewakan kebijakan nasionalis “utamakan Amerika Serikat”, tidak akan menghadiri acara tersebut.

Pemimpin Amerika Serikat itu mengatakan tidak akan pula mengadakan pertemuan dwipihak dengan Putin di Paris. Trump dan Putin diperkirakan melakukan pembicaraan resmi pada akhir bulan ini ketika keduanya menghadiri temu puncak G-20 di Buenos Aires.

Penasihat Khusus Robert Mueller menyelidiki dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan umum Amerika Serikat pada 2016 dan segala kemungkinan persekongkolan dengan kampanye Trump.

Editor: Boyke Soekapdjo/Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Prasangka buruk terhadap Muslim di Jerman meningkat tajam

Berlin, Jerman (ANTARA News) – Prasangka terhadap orang Muslim, migran dan pencari suaka telah meningkat tajam di Jerman, menurut hasil studi  yang dilakukan Leipzig University.

Hampir 55 persen orang Jerman menyatakan mereka merasa seperti orang asing di negeri mereka sendiri sebab begitu banyak orang Muslim. Pada 2010, sebelum krisis pengungsi muncul, 33 persen responden memiliki pandangan seperti itu.

Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa kebencian terhadap orang asing kian tersebar luas di seluruh Jerman.

Di antara 36 persen orang yang dimintai tanggapan mengatakan mereka menganggap Jerman dalam keadaan bahaya karena dipenuhi orang asing.

Lebih seperempat dari mereka mengatakan mereka percaya orang asing mesti dikirim kembali ke negara asal mereka kalau terjadai kekurangan lapangan kerja di Jerman, demikian dilaporkan kantor berita Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi.

Profesor Elmar Braehler, yang melakukan penelitian itu bersama dengan Dr. Oliver Decker, mengatakan xenofobia dan praduga buruk terhadap orang Muslim menyulut lonjakan partai sayap kanan-jauh Alternative for Germany (AfD).

“Rakyat yang memiliki pandangan kanan-jauh sekarang berpaling dari Uni Kristen Demokrat dan Partai Sosial Demokrat dan menemukan rumah baru di AfD,” katanya.

AfD, yang mengesahkan retorika terbuka anti-Islam, berkilah bahwa negeri itu “berada di bawah ancaman Islamisasi”, terutama setelah hampir satu juta pengungsi –kebanyakan dari Suriah dan Irak– tiba di negeri tersebut sejak 2015.

Jerman, negara dengan lebih dari 81 juta warga, memiliki warga Muslim paling banyak kedua di Eropa Barat setelah Prancis. Di antara hampir 4,7 juta orang Muslim di negeri itu, tiga juta berasal dari Turki.

Selama beberapa tahun belakangan ini, negeri tersebut telah menyaksikan peningkatan Islamofobia dan kebencian terhadap migran akibat propaganda dari partai sayap kanan-jauh dan populis, yang telah memanfaatkan ketakutan akibat terorisme dan krisis pengungsi.

 Baca juga: Muslim Eropa Anti Radikalisme

Editor: Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

WHO: Pencemaran udara bunuh 600.000 anak-anak tiap tahun

Jenewa (Antara/Reuters) – Pencemaran udara membunuh sekitar 600.000 anak-anak tiap tahun dan menyebabkan gejala mulai dari kehilangan kecerdasan hingga kegemukan dan infeksi telinga, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan dalam laporan pada Senin.

Tak banyak orangtua yang mampu berbuat untuk mengatasi gejala-gejala tersebut.

Para orangtua hendaknya berusaha menghindari pencemaran udara di rumah dengan menggunakan bahan bakar yang kurang menimbulkan polusi untuk memasak dan pemanasan dan tidak merokok tapi guna mengurangi anak terpapar pencemaran lingkungan mereka hendaknya perlu melobi para politisi untuk guna membersihkan lingkungan, kata pakar WHO.

“Pencemaran udara meracuni jutaan anak-anak dan membahayakan kehidupan mereka,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pernyataannya. Bagian-bagian terbesar di Asia, Afrika dan Amerika Latin termasuk di antara wilayah yang paling buruk terkena dampak pencemaran udara.

“Ini tak bisa dimaafkan. Tiap anak-anak seharusnya dapat menghirup udara bersih sehingga mereka dapat tumbuh dan memenuhi potensi penuh mereka.”

Laporan WHO, yang berjudul “Prescribing Clean Air”, meringkas pengetahuan ilmiah terbaru mengenai dampak pencemaran udara pada anak-anak, yang berdampak pada sekitar 93 persen anank-anak di dunia.

Maria Neira, kepala faktor penentu lingkungan kesehatan WHO, mengatakan penemuan-penemuan yang mengkhawatirkan tersebut disorot dalam penelitian ini, termasuk bukti polusi yang menyebabkan lahir prematur dan mati, dan juga penyakit-penyakit ke masa usia dewasa, hendaknya mengarah kepada perubahan-perubahan kebijakan secara global.

“Sesuatu yang juga kritikal ialah isu perkembangan syaraf,” kata dia.

“Bayangkan anak-anak kita akan memiliki IQ kognitif yang kurang. Kita berbicara tentang risiko yang akan dihadapi generasi baru yang punya IQ rendah. Ini tak hanya baru tetapi juga sangat mengagetkan.”

Sudah ada bukti jelas dan konsisten hubungan antara pencemaran udara lingkungan dan media otitis atau infekasi telinga, menurut kajian ini dan juga beberapa bukti yang menyebabkan obesitas dan ketahanan insulin pada anak-anak.

Pencemaran udara dapat juga menyebabkan kanker, asma, pneumonia, paru-paru yang tak berfungsi baik dan jenis-jenis infeksi pernafasan pada anak-anak, demikian laporan itu.
(Uu.SYS/A/M016/C/F001) 30-10-2018 08:50:49

Pewarta:
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2018

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Pangeran Harry dan Meghan disambut upacara di Selandia Baru

Wellington (ANTARA News) – Pangeran Harry dari Inggris dan istrinya -Meghan- disambut dengan upacara di Selandia Baru pada Ahad (28/10) ketika tiba untuk lawatan terakhir dari rangkaian perjalanan mereka ke sejumlah negara di Pasifik.

Pasangan kerajaan itu, yang melakukan lawatan pertama kerajaan sejak menikah pada Mei, sudah mengunjungi Australia, Fiji dan Tonga. Mereka diterima di bandar udara Wellington oleh Perdana Menteri Jacinda Ardern.

Upacara penyambutan resmi berlangsung di halaman Wisma Pemerintah, kediaman Gubernur Jenderal Dame Patsy Reddy.

Harry dan Meghan beradu hidung dengan para pemimpin Maori dalam penyambutan adat, yang disebut “hongi”, dan juga disambut dengan “haka”, tarian perang suku, yang sudah berumur berabad-abad, untuk menghormati dan menghargai mereka. Penghormatan dengan penembakan meriam 21 kali juga dilakukan.

Meghan mengenakan mantel bermotif kotak-kotak coklat dan gaun hitam sederhana, sementara Harry berbusana abu-abu gelap. Keduanya memakai pin di dada mereka.

Sebelumnya, Harry dan Meghan mengunjungi Taman Makan Pahlawan Perang Nasional Pukeahu untuk meletakkan karangan bunga di pusara Ksatria Tidak Dikenal dan mengunjungi UK Memorial.

Kerumunan orang berkumpul untuk melihat dari dekat, walaupun sekilas, sang cucu Ratu Elizabeth dan istrinya. Pasangan itu menghabiskan waktu bertemu dengan berjabat tangan dengan para pengagum mereka sebelum pergi.

Pasangan tersebut terbang dari Australia pada Ahad setelah menutup Invictus Games di Sydney semalam dan disertai beberapa atlet Invictus Games dari Selandia Baru.

Invictus Games, yang dibentuk Harry, adalah perlombaan seperti paralimpiade internasional bagi anggota militer yang cedera dalam pertempuran.

Pada Ahad malam, pasangan itu akan menghadiri resepsi merayakan ulang tahun ke-125 hak pilih wanita. Selandia Baru menjadi negara pertama di dunia dengan kaum wanita dapat memberikan suara dalam pemilihan anggota parlemen pada 1893.
 
Baca juga: Tur Pasifik, Pangeran Harry – Meghan Markle disambut di Selandia Baru
Baca juga: Pesawat yang ditumpangi Meghan Markle dan Harry batal mendarat di Sydney

Sumber: Reuters
Editor: Mohamad Anthoni/Boyke Soekapdjo

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.